UPAH UNTUK MARKETER

UPAH UNTUK MARKETER

| PERTANYAAN
Bismillah
Afwan Ustadz, Mohon Izin Bertanya
Si A ( Marketer ) mengiklankan Dagangan milik si C.
Si B ( Pembeli ) membelinya, ternyata sistemnya Pesan Order ( PO )
Si A meminta transfer sejumlah Uang sebagai tanda jadi khawatir dibatalkan.
Setelah mendekati waktu yg ditentukan Si A meminta ditransfer Pelunasannya.
Dan setelah beberapa hari barang yg dibeli datang yg kirim si C ( pemilik barang)
Pertanyaannya :

  1. Apakah Seorang Marketer boleh mengambil keuntungan selain dari Prosentase yg diberikan oleh pemilik Barang ?
  2. Apakah akad Pesan Order dg Uang Muka diperbolehkan, bukankah akad salam itu harus Cash diawal tanpa DP.
  3. Yg kirim pemilik barang bukan Marketer Apakah diperbolehkan ?
  4. Apakah Marketer merupakan wakil dari pemilik barang ?

Syukron Wa Jazakallahu Khairan

| JAWABAN
Apa yang nampak dari kasus diatas adalah akad simsar ( percaloan/broker )
Dan akad ini diperbolehkan dalam syariat.
Imam bukhory membuat bab khusus dalam shohinya :
بَاب أَجْرِ السَّمْسَرَةِ . وَلَمْ يَرَ ابْنُ سِيرِينَ وَعَطَاءٌ وَإِبْرَاهِيمُ وَالْحَسَنُ بِأَجْرِ السِّمْسَارِ بَأْسًا .
Bab : upah untuk calo. Ibnu sirin, atho bin abi robah, ibrahim an-nakhoi dan hasan albashri memandang tidak mengapa.

Dan untuk jawaban pertanyaan diatas adalah :

  1. Simsar atau broker tidak boleh mengambil keuntungan, kecuali diketahui oleh penjual ( jika ingin dapat fee darinya ) atau pembeli ( jika ingin dapat fee darinya ) atau penjual dan pembeli ( jika ingin dapat fee dari mereka berdua ). Dan keuntungan ini bukan berbentuk prosentase, tapi harus berbentuk ril Berapa rupiah.
  2. Tergantung barang apa yang dijual. Jika penjual membuat sendiri barangnya, maka ini akad istishna’ ( pemodalan ) dan boleh dengan DP dulu atau cara bagaimanapun pembayarannya. Adapun jika penjual tidak memproduksinya. Maka tidak boleh DP. Harus kontan di muka. dan inilah jual beli salam.
  3. Boleh. Karena broker hanyalah penghubung. Dan barang dikirim dari penjual langsung ke pembeli.
  4. Jika broker / simsar. Maka dia bukan wakil siapapun. Maka dilihat bagaimana marketer itu berpijak. Apakah sebagai wakil penjual ataukah sebagai calo saja. Dan jika calo disebut simsar yang kita jelaskan ini.

Wallohu a’lam

Share Now:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *