TIDAK MENJAWAB SALAM KARENA KHAWATIR FITNAH, APAKAH BOLEH ?

TIDAK MENJAWAB SALAM KARENA KHAWATIR FITNAH, APAKAH BOLEH ?

| PERTANYAAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh….
Semoga Allah ﷻ senantiasa merahmati ustadz dan keluarga.. aamiin….

Izin bertanya ustadz Apakah wajib menjawab salam dari preman2 dijalan hanya untuk menggoda.
Apakah kita berdosa kalau tidak menjawabnya…?

Jazaakallahu khairan, Baarakallahu fiikum

| JAWABAN
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh.
Demikian pula doa tersebut untuk anti dan keluarga serta seluruh anggota group ini.

Secara hukum asal, menjawab salam hukumnya adalah wajib.
Namun menjawab salam hukumnya menjadi tidak jawab atau bahkan terkadang manjadi makruh dalam kondisi beberapa hal.
Dan diantaranya adalah jika tidak aman dari fitnah.

Atas dasar inilah, sebagian para ulama tidak menganjurkan ucapan salam antara lain jenis non mahram, karena khawatir fitnah.
سُئِلَ الإمام مَالِك هَلْ : يُسَلَّمُ عَلَى الْمَرْأَةِ ؟ فَقَالَ : أَمَّا الْمُتَجَالَّةُ (وهي العجوز) فَلا أَكْرَهُ ذَلِكَ ، وَأَمَّا الشَّابَّةُ فَلا أُحِبُّ ذَلِكَ
Imam malik bin anas pernah ditanya : apakah mengucapkan salam pada wanita ? Beliau menjawab : jika wanita ini sudah sepuh, maka boleh. Adapun jika wanita muda, maka aku tidak menyukai salam kepada mereka.
Mengapa beliau katakan itu?
Sebabnya adalah disampaikan oleh Azarqony dalam syarh al-muwatho 4/358, hal ini disebabkan khawatir terfitnah ketika wanita ini menjawabnya.

Dan ini pun disampaikan oleh An-Nawawi:
وإن كانت أجنبية ، فإن كانت جميلة يخاف الافتتان بها لم يسلم الرجل عليها ، ولو سلم لم يجز لها رد الجواب ، ولم تسلم هي عليه ابتداء ، فإن سلمت لم تستحق جواباً فإن أجابها كره له
Adapun salam pada wanita non mahrom, jika memang cantik dan khawatir terfitnah ( dengan jawaban salamnya karena kecantikannya ini ) maka jangan ucapkan salam pada wanita ini. Apabila ia mengucapkan salam, maka wanita ini jangan menjawabnya ( karena khawatir fitnah ) demikian pula sebaliknya. Dan jika kekeh menjawabnya maka makruh hukumnya ( al-adzkar hal 407 )

Sehingga walhasil dapat kita ambil kesimpulan bahwa, Ketika mengucap atau menjawab salam dikhawatirkan akan menjerumuskan dalam fitnah. Akhirnya kita malah bermaksiat. Maka tidak kita lakukan.
Namun jika aman dari fitnah, maka wallohu a’lam hukumnya kembali ke hukum asal yaitu dianjurkan menjawab salam.

Apalagi jika yang mengucapkan salam adalah orang yang memang tidak baik, karena mengucapkan salam hanya karena ingin menggoda seperti preman yang disebutkan di soal.
Maka tentu jangan dijawab salamnya

Wallohu a’lam

Share Now:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *