TAUBAT NASUHA DAN CARA AGAR TIDAK PUTUS ASA SERTA MINDER PADA YANG LAIN

TAUBAT NASUHA DAN CARA AGAR TIDAK PUTUS ASA SERTA MINDER PADA YANG LAIN

| PERTANYAAN
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh…..
Semoga ustadz dan keluarga selalu dalam lindungan Allahﷻ .. Aamiin… Yaa Rabbal alamiin…

Afwan ustadz, mohon nasihatnya, bagaimana cara taubat nasuha bagi pelaku dosa besar ?
Dan bagaimana agar tidak merasa putus asa dari rahmat Allah ﷻ, yang acapkali larut dalam kesedihan karna aibnya terus diperbincangkan orang sekitar ..

Sukron sebelumnya . jazaakumullah khairon .

| JAWABAN
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh.
Bagi seorang muslim, dosa merupakan hal yang dikhawatirkan, Baik dosa kecil maupun dosa besar.
Abdulloh bin mas’ud mengatakan :
“Sesungguhnya seorang mukmin (ketika) ia melihat dosa-dosanya, adalah seperti (ketika) ia duduk di lereng sebuah gunung, dan ia sangat khawatir gunung itu akan menimpanya. Sedangkan seorang fajir (orang yang selalu berbuat dosa), ketika ia melihat dosa-dosanya adalah seperti ia melihat seekor lalat yang hinggap di batang hidungnya, kemudian ia mengusirnya seperti ini lalu terbang (ia menganggap remeh dosa).” (HR. Bukhari dalam al-Adab Al-Mufrod )

Jadi, tidak ada dosa yang bisa disepelekan.

Dan pelaku dosa, baik besar maupun kecil hendaklah ia bertaubatlah kepada Allah ﷻ dengan taubat yang tulus yaitu dengan menyesal didalam hati, kemudian berazzam tidak mengulangi, dan senantiasa memperbaiki diri.

Dan betapa jahatnya setan. Tidak hanya dia menggoda agar kita melakukan dosa. Tapi saat kita sudah bertaubat, dia lantas membisikan pada kita keputus asaan, serta menjadikan kita minder dengan keadaan. Akhirnya kita terasa terus tersalahkan, dan sulit berdamai dengan keadaan.

Maka jangan ikuti tipu daya setan sehingga berputus asa. Tapi ikutilah jalan Allah ﷻ yang memberikan ampunan dan keutamaan . Yang dimana bahkan Allah ﷻ panggil pendosa, dengan panggilan yang menggetarkan jiwa.
Allah ﷻ berfirman :
Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhanya Allah mengampuni dosa-dosasemuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. ( Qs Azzumar : 53 )

Maka, takut dibicarakan, dijauhi, dihinakan manusia ini merupakan senjata setan yang membuat kita berputus asa dari rahmatNya dan tidak kunjung berdamai dengan keadaan.
Jika pun apa yang kita takuti itu benar terjadi, Yaitu orang-orang membicarakan, perbuatan mereka menyakitkan.
Maka ingatlah, ini adalah cara pengampuanan.

Setiap celaan, hinaan, akan menjadi pelebur dosa serta peringan hukuman.
Maka jalanilah prosesnya. Karena kita hidup itu karena Allah ﷻ bukan karena makhluk. Jalanilah prosesnya.
Serta tetap berkumpul dengan para teman-teman sholeh dan jangan lupakan istighfar dan berdzikir mendekatkan diri pada Allah ﷻ.

Bahkan mungkin kita pernah mendengar kisah seorang wanita penzina yang bertaubat dan datang kepada Nabi ﷺ meminta di Had ( dihukum ) setelah dihukum, Nabi ﷺ mengatakan tentang wanita itu, bahwa ternyata pahalanya Sangat besar, bahkan taubatnya mencukupi taubat 70 orang sahabat Nabi ﷺ di madinah, beliau mengatakan :
Wanita ini telah bertaubat dengan taubat yang seandainya taubatnya tersebut dibagi kepada 70 orang dari penduduk Madinah maka itu bisa mencukupi mereka” (HR. Muslim no. 1696)

Mari semangat memperbaiki diri, nikmati segala prosesnya serta campakan keputus asaan.

Share Now:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *