| PERTANYAAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh izin bertanya ustadz.
Bgaimana cara menyikapi seorang ibu yang suka maaf selingkuhh dgn org lain,.jika diingattkan dgn lembutt tidk mempann ust, malahh nglunjakk..
tp klo diingattkn dgn nada yg agak tinggii malahh balik marahh truss minggatt ..
mohon pencerahan ny ust🙏🏻🙏🏻
| JAWABAN
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh.
Seorang pasti punya masalah dan bisa terjerumus dalam kemaksiatan. Demikian pula ibu kita.
Bukan berarti kita disuruh berbakti pada ibu dan kemudian kita setuju dengan segala tindak tanduknya.
Tidak.
Tapi mencintai dan berbakti dengan mereka adalah menasehatinya. Ketika Allah sampaikan kepada kita tentang berkata pada orang tua.
Allah berfirman dengan perkataan yang indah dan diksi yang luar biasa.
Allah firmankan :” dan berkatalah kepada mereka dengan perkataan yang mulia”
Bukan lagi perkataan lemah lembut, bukan lagi perkataan yang baik. Tapi perkataan yang mulia.
Sehingga wallohu a’lam. Sang ibu ini sangat wajib dinasehati. Dan cara menasehatinya cobalah dengan yang Allah sampaikan tadi, yaitu dengan perkataan yang mulia.
Perkataan mulia itu tidak mesti lembut, agak keras atau keras namun tetap memuliakan mereka ini pun perkartaan mulia.
Kita katakan : “ibu demi Allah saya sayang ibu. Perbuatan yang ibu lakukan, tidak baik. Baik menurut norma masyarakat dan agama….” dan seterusnya. Semoga bisa mengena.
Jika tidak mengena juga, setidaknya kewajiban kita sudah kita laksanakan. Dan terus laksanakan.
Dan tentunya jangan lupa terus berdoa.
kembalikan kepada Allah permasalahan ini, karena Allah yang membolak-balikan hati kita.
Dan jikapun belum nampak hasilnya. Maka ingatlah kisah Nabi Ibrohim. Yang dimana beliau senantiasa menasehati bapaknya agar jangan melakukan kesyirikan. Dan bapakanya selalu murka bahkan mengancam untuk merajamnya. Beliau terus doakan ayahnya.
Walaupun keinginan nabi ibrohim tidak terwujud. Karena Allah tahu yang terbaik untuk beliau dan ayahnya demikian pula untuk kita semua.
Sehingga, yang terpenting adalah perjuangan menasehatinya dan dipersenjatai doa. Adapun hasilnya kita kembalikan kepada Allah
Wallohu a’lam



