| PERTANYAAN
( _Assalamu Alaikum., ahlan wasalan..
Maaf pak ustadz, saya gak pandai merangkai kata ya. Dan ini di luar tema.
Saya ingin tanya gimana kita menyikapi keluarga alm suami yg TDK bertanggung jawab dlm menafkahi anak sya. Pdhl itu seharusnya jdi kewajiban keluarga alm.
Kadang suka sedih aja gitu di tanya kabar aja engga gitu pdhl selama ini saya juga TDK meminta kewajiban mereka itu.)
Info aja, Anak saya yatim dr usia 40 hari pak ustadz. Terimakasih atas jawabannya. Wassalam..๐๐
| JAWABAN
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh.
Smoga Allah ๏ทป ta’ala berikan kemudahan pada anti dan buah hati untuk menjalani hidup, serta selalu diberi kecukupan, kemudahan dan juga kesabaran dalam menjalani kehidupan ini.
Kekecewaan anti pada keluarga suami karena tidak memberikan nafkah pada anak yatim ini merupakan hal yang berdasar. Karena memang nafkah atas anak yatim adalah kepada ahli waris ayahnya ( berarti kakek anak anti, paman2nya dan lainnya )
Ibnu qudamah mengatakan :
ูุฌู
ูุชู ุฃูู ุฅุฐุง ูู
ููู ููุตุจู ุฃุจ, ูุงููููุฉ ุนูู ูุงุฑุซู
Jika anak tidak lagi punya ayah ( karena wafat ) maka kewajiban nafkahnya beralih pada ahli warisnya.
Dan al-Imam Asyafi’i mengatakan :
ุงููููุฉ ูููุง ุนูู ุงูุฌุฏุ ูุฃูู ูููุฑุฏ ุจุงูุชุนุตูุจ, ูุฃุดุจู ุงูุฃุจ. ุงูุชูู.
Nafkah anak yatim beralih kepada kakeknya. Karena kakek sama seperti bapaknya.
Maka jika ahli waris ( keluarga suami ) tidak peduli sama sekali dengan anak yatim ini maka mereka telah berdosa. Dan seharusnya jikapun mereka tidak mampu. Maka seharusnya diinformasikan dan dirundingkan bersama.
Kemudian, apa yang terjadi sekarang. Karena memang mereka sudah lari dari tanggung jawab. Mau tidak mau, kita mesti berdamai dengan keadaan. In sya Allah ๏ทป saat anti sendiri yang merawat dan membesarkan anak anti yang yatim ini seorang diri. Anti akan mendapaykan Pahala yang sama percis dengan kafilul yatim ( orang yang menyantuni anak yatim ) yaitu kelak bersama Nabi ๏ทบ di surga.
ุฃูููุง ููููุงูููู ุงููููุชููู
ู ููู ุงููุฌููููุฉู ูููุฐูุง ูุฃุดุงุฑ ุจุงูุณุจุงุจุฉ ูุงููุณุทู ููุฑุฌ ุจูููู
ุง ุดูุฆุงู
โAku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti iniโ, โkemudian beliau sholallohu โalaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau sholallohu โalaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanyaโ (HR Bukhari, no. 4998).
Dalam hadits yang lain dikatakan : Dari โAuf bin Malik radhiyallahu โanhu, Nabi shallallahu โalaihi wa sallaM bersabda:
ุฃูููุง ููุงู
ูุฑูุฃูุฉู ุณูููุนูุงุกู ุงููุฎูุฏูููููู ุ ุงู
ูุฑูุฃูุฉู ุขู
ูุชู ู
ููู ุฒูููุฌูููุง ููุตูุจูุฑูุชู ุนูููู ููููุฏูููุง ุ ููููุงุชููููู ููู ุงููุฌููููุฉู
โAku dan seorang wanita yang di pipinya menghitam, seorang wanita yang ditinggal mati oleh suaminya kemudian dia bersabar merawat anaknya, bagai dua jari ini di surga.โ ( Hr Al-Bukhory dalam al-adab Al-Mufrod )
Semoga Allah ๏ทป berikan kesabaran dan keberkahan serta kemudahan hidup untuk anti dan keluarga semua.
Wallohu a’lam



