| PERTANYAAN
( Bismillah
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ustadz
Semoga Allah memberi kesehatan, kemudahan setiap urusan dan selalu dalam lindungan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala
Izin bertanya ustadz, ustadz apakah boleh seorang akhwat ikut menyebarkan ilmu di grup WhatsApp yang membernya ada Ikhwan dan akhwat gk terpisah,admin grupnya seorang akhwat dan membernya banyak ikhwannya, seperti itu apakah diperbolehkan ustadz?
| JAWABAN
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh.
Yang pertama adalah, bahwa wanita sama dengan laki-laki, yaitu juga dianjurkan untuk menyebarkan kebaikan-kebaikan yang di-ilmuinya. Berdasarkan keumuman hadit Nabi ﷺ:
“Sampaikanlah walaupun hanya satu ayat”
Sehingga silahkan laki-laki dan perempuan untuk berlomba-lomba mengebarkan ilmu, dengan syarat Dia tahu ilmunya.
Dan yang kedua. Maka pintu fitnah terbuka lebar dimanapun. Baik itu jelas kemaksiatan atau berbungkus kebaikan. Dan fitnah terbesar bagi laki-laki adalah wanita. Nabi ﷺ bersabda : Dari Usamah Bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Aku tidak meninggalkan satu godaan pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari, no. 5096; Muslim, no. 2740).
Maka, baiknya hal-hal yang menjurus pada fitnah, hendaklah dihindari. Walaupun memang group WA, yang saya ketahui Tidak disebut ikhtilat ( bercampur baur yang berdosa ) karena tidak ada kontak fisik bertemu dalam satu ruangan. Namun, menutup celah fitnah ini lebih baik. Karena setan senang melihat celah menganga dalam balitan kebaikan.
Dan juga karena beberapa kasus yang saya dengar, terkadang ini menjadi masalah kedepannya. Siapa yang mau bertanggung jawab ?
Lagi pula, apa niat tujuan awal membuat WAG lantas mengundang siapun masuk ? Benarkah niatnya untuk ilmu ataukah yang lainnya. Nah ini perlu juga dipertimbangkan masak-masak. Yaitu lihat dan perbaiki niat. Buat WAG untuk apa, yang penting ini titiknya. Jika dakwah, apa alasannya dicampur kah?
Karena
Jika niat memang untuk dakwah, maka dakwah ada rambu-rambunya. Diantaranya membuat group khusus saja untuk ikhwan saja atau akhowat saja. Kemudian jika mau dicampur, kita bisa membuat WAG komunitas, yang mengatur peserta tidak mengetahui siapa saja anggota group, atau solusi yang lainnya yang sesuai dengan tujuan kita yaitu untuk dakwah.
Wallohu a’lam



