MATERI ADAB 02

MATERI ADAB 02

| PERTANYAAN
Bismillah..
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Semoga ustadz dan keluarga serta para akhowat disiini selalu dalam lindungan Allah
Ustadz izin bertanya,

  • apa maksud yg dapat kita pahami dari makna ‘mendapatkan sedikit dari kenikmatan dunia’ yg ada pada HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban pada bagian mengikhlaskan niat ya ustadz?
  • apakah ada batasan yg mudah utk memisahkan antara ‘sedikit nikmat dunia’ dengan masih didlm bagian ‘mengharapkan wajah Allah ta’ala’ ? mohon nasehatnya ustadz agar Allah mudahkan saya utk meluruskan niat dan dijauhakn dari golongan yg tdk dpt mencium bau surga nantinya, aamin Allahumma aamiin barakallahu fiik

| JAWABAN
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh. Aaamiin yaa Robbal a’lamiin. Demikian pula doa tersebut untuk anti dan anggota group ini semua.
Hadits yang dimaksud penanya adalah :
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barangsiapa yang mempelajari suatu ilmu (belajar agama) yang seharusnya diharap adalah wajah Allah, tetapi ia mempelajarinya hanyalah untuk mencari harta benda dunia, maka dia tidak akan mendapatkan wangi surga di hari kiamat.” (HR. Abu Daud no. 3664, Ibnu Majah no. 252 dan Ahmad 2: 338. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Hadits ini menunjukan, siapa yang belajar ilmu syar’i tapi berniat bukan karena Allah ﷻ hanya niatnya karena dunia Seperti ingin dapat ketenaran, kekayaan, ilmu yang dia banggakan di hadapan orang-orang, ingin disebut sebagai alim, Atau mendebat orang-orang, mengkerdilkan orang-orang awam, Mencela akan kejahilannya dan lain sebagainya, maka ini lah yang terancam dalam hadits ini. Naudzubillah.

Maka pastikan kita berniat belajar agama bukan untuk hingar bingar dunia semata.

Lantas bagaimana jika niat belajar ilmu syar’i niatnya adalah untuk Allah ﷻ, kemudian untuk dunia ? Semacam mendapatkan syahadah/ ijazah atau mendapatkan pekerjaan atau ingin mengajarkan orang lain dan dapat upah.

Maka kita katakan : boleh. Selama niat asalnya belajar agama adalah karena Allah ﷻ

Al-Imam Al-Qorofy mengatakan :
وَأَمَّا مُطْلَقُ التَّشْرِيكِ، كَمَنْ جَاهَدَ لِيُحَصِّلَ طَاعَةَ اللَّهِ بِالْجِهَادِ، وَلِيُحَصِّلَ الْمَالَ مِنْ الْغَنِيمَةِ: فَهَذَا لَا يَضُرُّهُ ، وَلَا يُحَرَّمُ عَلَيْهِ ، بِالْإِجْمَاعِ .
“Adapun niat yang bergabung. Semacam berjihad untuk Allah ﷻ dan juga untuk mendapatkan harta rampasan. Maka ini tidak mengapa. Dan tidak haram. Ini menurut kesepakatan para ulama
( Al-Furuq 4/430 )

Jadi, pastikan hati kita untuk mengharapkan wajah Allah ﷻ saat belajar agama. Kemudian silahkan niat yang manfaat lainnya.

Wallohu a’lam.

Share Now:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *