BACA AL-QUR’AN DENGAN LANGGAM LOKAL

BACA AL-QUR’AN DENGAN LANGGAM LOKAL

| PERTANYAAN
Assalamualaikum ustdaz mau tanya..
Bagaimana hukum membaca Al quran dengan irama,misal dengan irama karawitan sunda atau jawa.
Afwan ,jazakallahu kahir.

| JAWABAN
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh.
Membaca Al-Qur’an dianjurkan sekali dengan melanggamkannya. Bahkan Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ليس منَّا من لم يتغنَّ بالقرآن
Bukan termasuk golonganku, orang yang tidak melagukan al-Quran. (HR. Bukhari 7527).

Dan hikmah mengapa Al-Qur’an dibaca dilanggamkan adalah agar kita mentadabburi ayat-ayat Allah. Jadi bukan karena terbawa nada atau lagu.
Al-Imam ibnu qoyyim mengatakan :
وكل من له علم بأحوال السلف يعلم قطعاً أنهم براء من القراءة بألحان الموسيقى المتكلفة التي هي إيقاعات وحركات موزونة معدودة محدودة ، وأنهم أتقى لله من أن يقرؤوا بها ويسوِّغوها
Semua orang yang mengetahui keadaan ulama salaf, dia akan sangat yakin bahwa mereka berlepas diri dari cara baca al-Quran dengan mengikuti irama musik yang dipaksa-paksakan. Menyesuaikan dengan cengkok, genre, dan tempo nada lagu. Mereka sangat takut kepada Allah untuk membaca al-Quran dengan gaya semacam ini atau membolehkannya. (Zadul Ma’ad, 1/470)

Wallohu a’lam

Share Now:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *