| PERTANYAAN
Bismillah
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Afwan, izin bertanya ustad. Maksud hadist tentang maksiat dikala sendiri, apa untuk semua maksiat atau untuk pelaku yg didalam hatinya terdapat kemunafikan ?
Mohon penjelasanya ustad, jazzakallahu khair
| JAWABAN
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh.
Hadits yang dimaksud adalah hadits yang masyhur dari tsauban.
Yaitu hadits Tsauban radhiallahu ‘anhu di mana Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
لَأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا قَالَ ثَوْبَانُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لَا نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَا نَعْلَمُ قَالَ أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنْ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا
“Sungguh saya telah mengetahui bahwa ada suatu kaum dari umatku yang datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan sebesar gunung Tihamah yang putih. Kemudian Allah menjadikannya debu yang berterbangan.”
Tsauban bertanya, “Wahai Rasulullah, sebutkanlah ciri-ciri mereka dan jelaskanlah perihal mereka agar kami tidak menjadi seperti mereka tanpa disadari.”
Beliau bersabda: “Sesungguhnya mereka adalah saudara kalian dan dari golongan kalian, mereka shalat malam sebagaimana kalian, tetapi mereka adalah kaum yang jika bersendirian mereka menerjang hal yang diharamkan Allah.” (Shahih. HR. Ibnu Majah).
Dapat kita pahami dari hadits itu, bahwa siapapun yang bermaksiat dalam kondisi sepi atau sendirian maka pahala ibadahnya akan dihapuskan oleh Allah.
Namun, benar apa yang antum sampaikan. Bahwa mereka yang pahalanya dihapuskan karena maksiat dalam kesendirian itu maksudnya Kata para ulama, mereka adalah :
Orang munafik.
Jadi mereka ini orang yang menutupi kekufuran dengan keimanan. Dan terbiasa melanggar syariat Allah tatkala bersendirian maupun bareng2 dengan temannya.Hingga Allah hapus pahalanya.
Meski hadits ini tentang orang munafik. Namun tentu seorang muslim tidak pernah merasa aman dan selalu khawatir jika sifat kemunafikan sudah bertahta pada dirinya. Sehingga kita berusaha untuk tidak melakukan maksiat, baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.
Wallohu a’lam



