| PERTANYAAN:
BismiLLAH Assalamu’alaikum WarohmatuLLOHI Wabarokatuh Ustadzi, semoga Antum beserta keluarga dan Team L-Badi selalu sehat dan selalu dalam lindungan ALLAH Subhanahu Watta’ala. Ijin bertanya Ustadzi, Jika kita sedang sholat Sunnah (Contoh sholat sunnah Qobliyah Dhuhur), tiba2 ada orang yang bermakmum kepada kita untuk melakukan sholat Dhuhur, karena Ana sedang sholat Sunnah, mohon di jawab pertanyaan dibawah ini : 1. Apakah ana harus memberikan isyarat jika sedang sholat sunnah ? 2. Karena ana sedang sholat Sunnah, bolehkah ana gantian bermakmum padanya untuk sholat wajib?
JazakALLAHU Khairan atas jawaban dan nasehatnya
| JAWABAN :
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh. Aamiin ya rabbal a’lamiin. Demikian pula doa ini untuk antum dan anggota group semua.
Jika kita sedang sholat sunnah. Lantas ada yang datang lantas menjadi makmum, sedangkan dia sholat wajib. Maka sikap kita adalah :
1️⃣Tidak merubah niat. Karena merubah niat sholat ada kaidahnya. Syekh al-ustaimin dalam majmu’ fatawanya mengatakan :
من معين لمعين : لا يصح . ومن مطلق لمعين : لا يصح . من معين لمطلق : يصح “
- Mengganti niat sholat muayyan ( sholat yang khusus ada namanya, seperti sholat wajib, rowatib, dhuha dll ) ke muayyan = tidak sah
- mengganti niat sholat mutlaq ( sholat sunnah umum yang tidak bernama khusus ) ke muayyan = tidak sah
- mengganti niat sholat muayyan ke muthlaq = boleh
2️⃣ Lanjutkan sholat anda, dan tidak perlu berikan isyarat.
Karena tidak mengapa berbeda niat antara imam dan makmum.
Annawawi mengatakan :
جواز صلاة المفترض خلف المتنفل ؛ لأن معاذاً كان يصلِّي الفريضة مع رسول الله صلى الله عليه وسلم فيُسقط فرضَه ثم يصلِّي مرة ثانية بقومه هي له تطوع ولهم فريضة ، وقد جاء هكذا مصرَّحاً به في غير ” مسلم ” ، وهذا جائز عند الشافعي رحمه الله تعالى وآخرين ” انتهى .
” شرح مسلم ” ( 4 / 181 ) .
Diperbolehkan orang mengerjakan salat wajib berimam pada orang yang salat sunnah, karena muadz bin Jabal dahulu pernah salat wajib bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam kemudian setelah selesai beliau sholat mengimami kaumnya. sedangkan beliau niatnya salat Sunnah, adapun kaumnya niatnya salat wajib. ( Syarh shohih muslim 4/181 )
3️⃣ Kemudian, anda boleh untuk bermakmum padanya ketika anda selesai sholat qobliyah tersebut. Namun lebih utama, anda sholat tidak bermakmum padanya.
Syekh al-ustaimin mengatakan:
لا بأس أن يأتم بشخصٍ يقضي ما فاته من الصلاة ، كما لو دخلت ووجدت الإمام قد سلم ووجدت رجلاً يقضي ما فاته مع إمامه ، فدخلت معه على أن يكون إماماً لك ؛ فإن هذا لا بأس به ، لكن الأولى تركه ، لأن الظاهر أن الصحابة لم يكونوا يفعلون هذا إذا فاتهم شيء من الصلاة
Tidak mengapa seseorang bermakmum pada seorang masbuq yang sedang menyempurnakan salatnya setelah imamnya sudah selesai.
misalkan contoh : Jika kamu masuk ke dalam masjid kemudian kamu mendapatkan imam sudah salam kemudian kamu mendapatkan ada seorang masbuq yang sedang menyempurnakan salatnya. kemudian kamu menjadikan Dia imam maka ini tidak mengapa. namun lebih utama adalah meninggalkannya, karena yang nampak dari para sahabat mereka tidak pernah melakukannya apabila mereka tertinggal salat bersama imam ( nur alal darb 2/8 )
Wallohu a’lam



