MAKMUM 2 ORANG BERDIRI SEJAJAR DENGAN IMAM, APA YANG DILAKUKAN IMAM?

MAKMUM 2 ORANG BERDIRI SEJAJAR DENGAN IMAM, APA YANG DILAKUKAN IMAM?

| PERTANYAAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz,

Ahsanallahu ilaikum,

Ana izin bertanya Ustadz, apabila sedang shalat berjamaah berdua (imam dan makmum sejajar) kemudian ada orang ketiga yg ikut berjamaah namun ia bediri sejajar di sebelah kanan makmum, maka apa yg sebaiknya imam lakukan? apakah tetap di posisinya atau maju ke depan?

| JAWABAN
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh.

Wailaikum ahsanalloh.

Posisi seharusnya untuk dua makmum adalah dibelakang imam, dalam hadits disampaikan, dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, ia berkata:
صَلَّيْتُ أَنَا وَيَتِيمٌ فِي بَيْتِنَا خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأُمِّي أُمُّ سُلَيْمٍ خَلْفَنَا
“Aku shalat bersama seorang anak yatim di rumah kami di belakang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan ibuku Ummu Sulaim di belakang kami” (HR. Bukhari no.727, Muslim no.658).

Sehingga jika makmum lebih dari dua orang dan berdiri selain dibelakang imam, maka makmum ini telah menyelisihi sunnah Nabi shollallohu’alaihi wasallam.

Dan kewajiban imam, harus membenahi kesalahan ini, yaitu yang bisa dilakukan imam adalah :

  1. Mendorong mereka ke belakang, sebagaimana dalam hadits sahabat Jabir bin Abdlillah radhiyallahu ‘anhu dalam hadis yang panjang, menceritakan ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat malam di perjalanan,
    ثُمَّ جِئْتُ حَتَّى قُمْتُ عَنْ يَسَارِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخَذَ بِيَدِي فَأَدَارَنِي حَتَّى أَقَامَنِي عَنْ يَمِينِهِ ثُمَّ جَاءَ جَبَّارُ بْنُ صَخْرٍ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ جَاءَ فَقَامَ عَنْ يَسَارِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدَيْنَا جَمِيعًا فَدَفَعَنَا حَتَّى أَقَامَنَا خَلْفَهُ
    “Kemudian aku datang dan berdiri di sebelah kiri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau memegang tanganku dan memutarku ke sebelah kanannya. Kemudian datang Jabbaar bin Shakhr, ia berwudhu dan langsung menyusul dengan berdiri di sebelah kiri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang tangan kami berdua dan mendorong kami ke belakang beliau.” (HR. Muslim 3010, Abu Daud 634 dan yang lainnya).
    Ini adalah pilihan utama yang bisa kita lakukan, karena ada keterangan dari Nabi shollallohu’alaihi wasallam bersabda.
  2. Jika kita kesulitan untuk opsi pertama ini, maka jika memungkinkan kita maju kedepan, agar mereka berada dibelakang imam.

Wallohu a’lam

Share Now:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *