| PERTANYAAN
Assalamualaikum ustadz afwan ana mau bertanya mengenai sifat amarah, bagaimana hukumnya orang yg suka marah2 dan bagaimana cara nya untuk meredam amarah yg meledak2….selain dgn berwudhu duduk beristighfar
| JAWABAN
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh
Marah itu manusiawi, selama marahnya itu benar dan tidak menyelisihi syariat boleh-boleh saja.
Dan Allah ta’ala dalam Al-Qur’an menyebutkan sifat orang bertaqwa. Ternyata orang yang bertaqwa bukanlah orang yang tidak pernah marah, akan tetapi ia Menahan amarahnya ketika dia marah
Allah berfirman :
Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (Yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan
( Qs Ali Imron 133-134 )
Dan obat bagi seorang tempramental, selain berwudhu, duduk, istiadzah adalah : memaksakan diri dan berupaya untuk sabar dan menahan amarahnya
Nabi shollallohu’alaihi wasallam bersabda:
وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ
“Barangsiapa yang berusaha untuk sabar maka Allah akan jadikan ia menjadi orang yang sabar”. ( Hr Al-Bukhory 1469 )
Demikian pula wasiat Nabi shollallohu’alaihi wasallam ketika datang seseorang yang konon dikatakan dia sering marah-marah. Dan dia minta wasiat dari nabi shollallohu’alaihi wasallam berkali-kali, dan nabi teurus-terusan menjawab : “jangan kamu marah !”
Jadi biasakan diri bersabar dan tahan emosi. Juga rilekskan hidup dengan banyak berdzikir, kemudian jaga makanan.
Semoga ini bisa membantu kita untuk mengendalikan emosi
Wallohu a’lam



