| PERTANYAAN
Assalamu’alamuallaikum ustadz..
Bagaimana hukum BPJS kesehatan ustadz.. boleh tidak kita ikut yang pribadi atau bayar sendiri
| JAWABAN
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakakatuh. Dia telah berdosa besar, karena sudah meremehkan Nama Allah Ta’ala. Ism al-a’dzhom nama Yang paling mulia.
Dan ketika seorang berjanji atas nama Allah. Maka dibagi keadaan :
- Jika dia berjanjinya palsu dan dia tahu dia berdusta, atau bahkan untuk memakan harta orang lain. Ini namanya yamin ghomus ( sumpah yang menjerumuskan ) Misalkan, demi Allah aku tidak melakukannya. Sedangkan ia melakukannya.
Ini merupakan dosa besar.
Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْكَبَائِرُ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ قَالَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ ثُمَّ عُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ الْيَمِينُ الْغَمُوسُ قُلْتُ وَمَا الْيَمِينُ الْغَمُوسُ قَالَ الَّذِي يَقْتَطِعُ مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ هُوَ فِيهَا كَاذِبٌ
Dari Abdullah bin ‘Amr, dia berkata: Seorang Arab Badui datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Wahai Rasûlullâh! Apakah dosa-dosa besar itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Isyrak (menyekutukan sesuatu) dengan Allâh”, dia bertanya lagi, “Kemudian apa?”, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Kemudian durhaka kepada dua orang tua”, dia bertanya lagi, “Kemudian apa?”, Beliau menjawab, “Sumpah yang menjerumuskan”. Aku bertanya, “Apa sumpah yang menjerumuskan itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sumpah dusta yang menjadikan dia mengambil harta seorang Muslim”. [HR. Al-Bukhâri, no. 6255] - Jika dia berjanji atas Allah. Dengan jujur. namun dia tidak mampu menepatinya. Maka wajib bagi dia untuk membayar kafarot yaitu : memberi makan 10 orang miskin, atau memberi pakaian pada mereka. Jima tidak bisa, berpuasa 3 hari berturut-turut .
Allah berfirman : “Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah kamu yang tidak disengaja (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafaratnya (denda pelanggaran sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yan biasa kamu berikan kepada keluarga kamu, atau memberi mereka pakaian atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Barang siapa tidak mampu melakukannya, maka (kafaratnya) berpuasalah tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah. Dan jagalah sumpah kamu. Demikianlah Allah menerangkan hukum-hukum-Nya kepada kamu agar kamu bersyukur (kepada-Nya).” ( Qs Al-Maidah 89 ) Wallohu ahlam



