| PERTANYAAN
Bismillah
Izin bertanya Ustadz, kami mendapatkan hadiah baju koko Cina yang ada bordiran Naga. Apakah dibolehkan menggunakan seperti ini?
Jazaakallahu khairan
| JAWABAN
jika memang baju yang didapatkan ada gambar naga yang sempurna bentuknya ( kepalanya ada ) maka jangan dipakai akh, baiknya disimpan saja atau dijadikan sebagai sarung bantal, keset atau yang lainnya.
Hal ini pernah dilakukan oleh Nabi ﷺ.
قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ سَفَرٍ وَقَدْ سَتَرْتُ بِقِرَامٍ لِي عَلَى سَهْوَةٍ لِي فِيهَا تَمَاثِيلُ، فَلَمَّا رَآهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَتَكَهُ، وَقَالَ: ” أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الَّذِينَ يُضَاهُونَ بِخَلْقِ اللَّهِ ” قَالَتْ: فَجَعَلْنَاهُ وِسَادَةً أَوْ وِسَادَتَيْنِ
“Pernah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam suatu ketika tiba dari perjalanan jauh. Ketika itu aku menutupkan rak kepunyaanku dengan sebuah tirai. Pada tirai itu terdapat gambar-gambar (makhluk bernyawa, pent). Saat Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam melihat tirai bergambar tersebut, beliau langsung mengambilnya seraya bersabda: “Manusia yang paling keras siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menyamai (menandingi) ciptaan Allah”. ‘Aisyah radliyallaahu ‘anha berkata : “Maka tirai itu kami jadikan satu sampai dua bantal.” (HR. Bukhori no. 5954, Muslim no. 2107)
Dan jika ingin dipakai, maka jika mampu tutup bagian kepalanya. Karena batasan gambar yang dibolehkan adalah dengan kepala yang tidak sempurna . Dalam riwayat dikatakan :
Jibril ‘alaihis salam meminta izin kepada Nabi (masuk rumah), maka Nabi bersabda, “Masuklah.” Jibril menjawab, “Bagaimana saya masuk sementara di dalam rumahmu ada tirai yang bergambar. Sebaiknya kamu potong bagian kepalanya atau kamu jadikan sebagai alas yang dipakai untuk berbaring, karena kami para malaikat tidak akan masuk rumah yang terdapat gambar-gambar”
(HR. Abu Dawud no. 4157 dan An-Nasai no. 216)
Namun, jika gambar hanya siluet saja atau yang lain semacam tidak jelas gambar makhluk, maka boleh kita menggunakannya. Wallohu a’lam


