| PERTANYAAN
BismiLLAH, Assalamu’alaikum Ustadzi yang Semoga selalu sehat dan selalu dalam lindungan ALLAH Subhanahu Watta’ala Aamiin.
Izin bertanya ustadz
Apakah benar, jika wafay di hari jumat. Maka dia tidak akan mendapatkan adzab qubur selama-lamanya?
Jazakumullohu Khoiron katsiron ustadz atas jawabannya.
| JAWABAN
Memang ada hadits yang mengatakan bahwa wafat hari Jumat akan dijauhkan dari adzab kubur.
Dari Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ
Setiap muslim yang meninggal di hari jumat atau malam jumat, maka Allah akan memberikan perlindungan baginya dari fitnah kubur. (HR. Ahmad 6739, Turmudzi 1074 )
Hanya saja para ulama berbeda pendapat tentang derajat hadits ini.
- Ada yang menghasankan, seperti syekh al-albany.
- Ada pula yang mendhoifkan, seperti al-Imam albukhory, al-hafidz Ibnu Hajar al-asqololani dalam Fathul bari 3/253, juga syekh Ahmad Syakir, syuaib al-arnauth. Karena memang dalam sanadnya terputus kata imam At-Tirmidzi. Disebabkan ada 2 periwayat yang bermasalah, yaitu Robi’ah bin Saif dan Hisyam bin sa’d.
Dan banyak ulama yang melemahkannya seperti syekh Ibnu baz, syekh alutsaimin dan lain-lain.
Bahkan syekh alutsaimin terang2an mengatakan :
Wafat hari Senin dan Jumat sama saja, tidak ada keutamaan khusus.
Jadi, wallohu a’lam. Yang menyebabkan seorang Husnul khotimah adalah wafat dengan membawa amal ibadah. Bukan karena wafat hari tertentu.
Namun tentu kita seorang muslim, berhusnudzhon serta berdoa. Semoga yang wafat ini di hari Jumat ( atau dihari yang lainnya ) wafat dalam keadaan Husnul khotimah.
Wallohu a’lam



