DOSA BERLIPAT GANDA DI LAILATUL QODR ?

DOSA BERLIPAT GANDA DI LAILATUL QODR ?

| PERTANYAAN
Bismillah.

Semoga Ustadz dan keluarga serta Team L-BADI selalu dalam lindungan Allah Ta’ala, Semakin Berkah Umur,Ilmu dan Hartanya. Aamiin
Afwan Ustadz,Mohon Izin Bertanya :

Orang yang beramal SHOLEH bertepatan dengan malam lailatul Qodar akan mendapatkan Pahala lebih baik dari 83 Tahun + 4 bln ( 1000 bln ).
Apakah Orang yang Beramal SALAH ( Maksiat,Bid’ah,Syirik dll ) bertepatan dengan malam tersebut juga akan mendapatkan Dosa seperti ia melakukannya tiap hari selama 83 tahun+ 4 bln, Naudzubillah Min Dzalik?

Syukron Wa Jazakallahu Khairan Wa Barakallahufiik.

| JAWABAN
Aamiiin yaa Robbal a’lamiin. Demikian pula doa tersebut untuk antum dan anggota group ini semua.

Malam lailatul qodr pahalanya berlipat ganda, bahkan malam ini lebih baik dari 1000 bulan ( 83 tahun + 4 bulan ).
Lantas bagaimana dengan dosa?
Dosa juga dilipat gandakan jika dilakukan di tempat atau di waktu yang dimuliakan. Namun pelipat gandaan ini berbeda kebaikan. Jika kebaikan, maka pahala dilipat gandakan jumlah banyaknya. Adapun maksiat, maka dilipat gandakan dosanya. Akan tetapi jumlahnya tetap satu dan Dosanya bobotnya lebih berat.
Dan Ini adalah tanda kasih sayang Allah ﷻ kepada kita semua.
Allah ﷻ berfirman :
مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلا يُجْزَى إِلا مِثْلَهَا وَهُمْ لا يُظْلَمُونَ
“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-An’am: 160)

Disampaikan oleh musthafa bin Saad Al-Hambali dalam kitabnya matholib ulinnuha :
إنما أرادوا مضاعفتها في الكيفية دون الكمية
“ pelipat gandaan dosa ( di ramadhan, di lailatul qodr, di mekah dan lainnya ): Maksudnya adalah dilipatgandakan kualitasnya bukan kuantitasnya (dosa menjadi besar bukan menjadi banyak jumlahnya dengan dilipatgandakan, pent).” [Mathalib Ulin Nuha 2/385]

Wallohu a’lam

Share Now:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *