MEMPERSIAPKAN KAFAN SEBELUM WAFAT

MEMPERSIAPKAN KAFAN SEBELUM WAFAT

| PERTANYAAN
Afwan ustdz mau bertanya apakah dibolehkan menyiapkan kain kafan untuk diri sendiri dari kain ihram

| JAWABAN
Nabi ﷺ menganjurkan kepada kita untuk Mempersiapkan kematian, dan caranya adalah dengan memperbanyak beramal saleh dan berlomba dalam kebaikan serta menghindari kedzhaliman.
Adapun mempersiapkan kafan, ini bukan suatu yang dianjurkan oleh Nabi sallallahu’alaihi wa sallam. Akan tetapi hal itu dibolehkan karena terdapat riwayat dari sahabat Nabi ﷺ.
Diantaranya adalah apa yang diriwayatkan oleh Bukhari, 1277 dari Sahl bin Saad radhiallahu anhu berkata,
جَاءَتْ امْرَأَةٌ بِبُرْدَةٍ ، قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِنِّي نَسَجْتُ هَذِهِ بِيَدِي أَكْسُوكَهَا ، فَأَخَذَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُحْتَاجًا إِلَيْهَا ، فَخَرَجَ إِلَيْنَا ، وَإِنَّهَا إِزَارُهُ ، فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، اكْسُنِيهَا ، فَقَالَ : نَعَمْ ، فَجَلَسَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَجْلِسِ ، ثُمَّ رَجَعَ فَطَوَاهَا ، ثُمَّ أَرْسَلَ بِهَا إِلَيْهِ ، فَقَالَ لَهُ الْقَوْمُ : مَا أَحْسَنْتَ ، سَأَلْتَهَا إِيَّاهُ ، لَقَدْ عَلِمْتَ أَنَّهُ لَا يَرُدُّ سَائِلًا . فَقَالَ الرَّجُل وَاللَّهِ مَا سَأَلْتُهُ إِلَّا لِتَكُونَ كَفَنِي يَوْمَ أَمُوتُ. قَالَ سَهْلٌ: فَكَانَتْ كَفَنَهُ
“Seorang wanita datang membawa kain burdah dan berkata, “Wahai Rasulullah! sesungguhnya saya memintal (kain) ini dengan tanganku agar bisa memakaikan untuk anda.” Maka Nabi sallallahu’alaihi wa sallam mengambilnya karena sedang membutuhkannya. Kemudian beliau keluar kepada kami, dan dijadikan sarungnya. Seseorang dari kaum berkata, “Wahai Rasulullah, tolong saya dipakaikan dengan (kain itu)?” Beliau menjawab, “Baik.” Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam duduk dalam majlis kemudian pulang dan membungkusnya. Kemudian beliau kirimkan kepadanya. Orang-orang berkata kepada orang itu, “Tindakanmu meminta darinya kurang layak. Engkau telah mengetahui bahwa beliau tidak pernah menolak orang yang meminta. Orang teresbut berkata, “Demi Allah, saya memintanya semata-mata agar kain itu menjadi kafanku di hari kematianku.” Sahal berkata, “Dan ternyata (benar), kain itu menjadi kafannya.”

Wallohu a’lam

Share Now:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *