| PERTANYAAN
Ustadz حفظك الله ,
Izin bertanya.
Bagaiana dengan perkataan seperti ini, “kemarau biasanya bulan Maret sampai Agustus matahari ada di sebelah utara. Dan musim hujan biasanya ada dibulan September samapai pebruari, matahari ada di sebalah selatan”. Apakah perkataan ini termasuk syirik?
| JAWABAN
Jika mengatakan demikian adalah berdasarkan ilmu pengetahuan dan mengatakan demikian untuk menjelaskan sarana atau sebab terjadinya hujan, maka hukumnya adalah boleh dan tidaklah syirik selama yakin bahwa Allah ﷻ lah yang menurunkannya.
Syekh abdul aziz bin baz juga pernah mengatakan :
“para ilmuan menyebutkan (penciptaan air hujan) bahwasanya uap air yang menguap dari lautan bisa jadi terkumpul menjadi air di awan dan Allah subhanahu wa ta’ala mengubah rasanya yang asin menjadi tawar. Bisa jadi pula, Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan air di angkasa (awan), kemudian tercurah sebagai air hujan yang menyirami manusia dengan perintah Allah subhanahu wa ta’ala. ( majmu’ al-fatawa 13/87 )
Namun, yakinilah inilah hanya proses hujan dan sarana ( sebab ilmiyyah ) terjadinya hujan. Adapun yang menurunkan hujan, bukanlah karena itu, demikian pula karena bulan tertentu. Tapi Allah ﷻ lah yang menurunkannya.
sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala,
أَفَرَءَيۡتُمُ ٱلۡمَآءَ ٱلَّذِي تَشۡرَبُونَ ٦٨ ءَأَنتُمۡ أَنزَلۡتُمُوهُ مِنَ ٱلۡمُزۡنِ أَمۡ نَحۡنُ ٱلۡمُنزِلُونَ
“Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kalian minum. Kaliankah yang menurunkannya dari awan atau Kamikah yang menurunkannya?” (al-Waqi’ah: 68—69)
Dalam kaidah dikatakan oleh
Syaikhul-Islam Ibn Taimiyyah rahimahullah :
الالتفات إلى الأسباب شرك في التوحيد، ومحو الأسباب أن تكون أسبابا نقص في العقل، والإعراض عن الأسباب بالكلية قدح في الشرع.
“Bersandar pada sebab adalah kesyirikan dalam bertauhid, menafikan sebab adalah kecacatan dari akal, dan berpaling dari sebab seluruhnya adalah celaan terhadap syari’at.” ( Majmu’ fatawa 8/169 )
Jadi maksudnya adalah mengambil sebab dalam sesuatu itu boleh bahkan disyariatkan, namun jika yakin bahwa sebab ini yang menyebabkan sendirinya, tanpa Allah ﷻ yang menyebabkan , maka ini adalah kesyirikan.
Wallohu a’lam



